Analisis Kontingensi Saluran Transmisi 150 kV pada Subsistem Jambi
DOI:
https://doi.org/10.33019/electron.v6i2.285Kata Kunci:
Contingency, Mitigation, Performance Index, Power Flow, Transmission LineAbstrak
Sistem kelistrikan tegangan tinggi penting untuk menjaga pasokan listrik tetap stabil dan efisien. Namun, peningkatan kapasitas dan perluasan jaringan menambah risiko gangguan yang dapat memicu pemadaman. Keandalan sistem sangat bergantung pada kemampuannya bertahan dari gangguan mendadak, seperti kehilangan pembangkit atau putusnya saluran transmisi. Analisis kontingensi (N-1) digunakan untuk memprediksi kondisi sistem dan merancang mitigasi yang tepat guna meningkatkan keandalan. Penelitian ini menganalisis kontingensi pada subsistem Jambi 150 kV menggunakan metode Newton-Raphson dalam perangkat lunak ETAP 19.0.1, dengan pendekatan Indeks Performansi (PI). Hasil menunjukkan saluran Muara Bulian–Aurduri memiliki PI tertinggi (4,3382), sedangkan Aurduri–Muara Sabak terendah (1,4754). Kontingensi pada saluran Aurduri–Muara Bulian menyebabkan tegangan rendah di bus Sarolangun dan Muara Bulian, masing-masing 130,376 kV dan 131,193 kV. Selain itu, terjadi redistribusi aliran daya yang menaikkan beban sebesar 20,42% pada saluran Muara Tebo–Aurduri. Sebagai langkah mitigasi, disarankan pemasangan kapasitor shunt masing-masing sebesar 5,807 MVar di bus Sarolangun dan 23,074 MVar di bus Muara Bulian
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Rifki Nazwan, Dasrinal Tessal, Andre Rabiula

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












